Thursday, June 20, 2013

Konsep Al Irsyad


إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آَتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (10)

10. (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”
 Dari kisah, Ashabul Kahfi adalah apa yang diriwayatkan Muhammad bin Ishak dalam Tafsir Showi beliau menuturkan bahwa Ashabul Kahfi hidup setelah Nabi Isa As, mereka adalah sekelompok kecil dari orang yang dengan teguh memegang isi Injil dan bertauhid kepada Allah, mereka hidup di bawah kekuasaan raja Daqyanus yang merupakan penyembah berhala dan dia akan menghukum orang yang tidak mau menyembah berhala.
Suatu ketika Ashabul kahfi lewat ke tempat itu dan menyaksikan pemusrikan yang terjadi di daerah itu (nama tempat tsb adalah Torsus, di wilayah kekuasaan Romawi Timur/Bizantium) mereka merasa sedih yang amat besar mengetahui kemusrikan yang terjadi di daerah itu, lalu mereka pun berdakwah mengajak masyrakat untuk kembali menyembah Allah semata. Daqyanus mengancam akan membunuh mereka jika mereka tidak kembali menyembah berhala.
Setelah itu, mereka menyingkir dari kota dan diam di gua yang berada di kaki gunung (Kahfi). Mereka bertemu dengan seekor anjing yang akhirnmya mengikuti mereka. Dan yang mereka lakukan disana salat, puasa dan berdzikir. Sampai akhirnya Allah membuat mereka tertidur selama ratusan tahun yang kemudian dijadikan sebagai pembenaran adanya pembangkitan.
Ashabul kahfi itu tidur selama 309 tahun menurut kalender qomariyah/syamsiah (alkahfi ayat 25). Ashabul kahfi hidup pada zaman nabi musa as.



Konsep al-irsyad dalam pendidikan.

Al irsyad= cerdas, lurus, baik dan petunjuk.

Pendidikan dengan menggunakan konsep al irsyad sangatlah disarankan, karena kecerdasan akan menjadi petunjuk untuk peserta didik agar menjadi lebih dewasa.

“ilmu itu perlu diamalkan” sebagai pendidik kita memperbaiki akhlak peserta didik. Sehingga pendidik menghasilkann peserta didik yang hasilnya cerdas.
Konsep al-irsyad dalam pendidikan.                                                 

Pertanyaan.
1.             Diamanakah hubungan konsep al irsyad sebagai konsep pendidikan dengan surat al kahfi ayat 10?

Dalam ayat ini menjelaskan mengenai pelarian beberapa pemuda yang bersembunyi dari kejaran raja yang dzolim. Kemudian mereka berlindung didalam goa. Lalu saat merek berlindung didalam goa mereka berdoa kepada Allah “wahai Tuhan kami, dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami”.

v  Cerdas: sudah bisa mengelola dirinya, hartanya dan juga masyarakat (dewasa) tafsir jalalain
v  Rosyada: (al kahfi 10) hidayah
v  Mursyid=guru yang mampu menbimbing peserta didik untuk dewasa secara moral.

Wala tasla ya akhi ilal amali hadzal ahadza ila ba,,
“mencari ilmu itu didampingi oleh guru,,
©      SIMPULAN
1. Ashabul kahfi hidup setelah zaman Nabi isa dan mereka adalah sebagian kecil dari orang yang masih memegang agama Nasrani yang masih murni.

2. Ashabul kahfi menyingkir ke luar kota untuk menyelamatkan agama mereka dari kekejaman rajanya.

3. Ashabul kahfi adalah contoh dari kelompok muda yang berani untuk Amar makruf dan Nahyi munkar.
©      HIKMAH
1. Generasi muda harus mempunyai prinsip layaknya yang dimiliki oleh Ashabul Kahfi yang berani dalam mengatakan yang hak dalah hak dan yang batil adalah batil, tanpa melupakan etika dan tata karma di hadapan penguasa (hal ini dapat dilihat dari dialognya yang dengan sopan namun tegas
اصنع ما بدالك / lakukan apa yang menurut tuan terbaik).

2. Apabila sebuah dakwah jika sudah tidak dapat diterima di sautu tempat, maka lebih baik kita menyingkir (Hijrah ataupun Ujlah) dari tempat itu karena dakwah di tempat seperti itu tidak akan mendatangkan manfaat, malah kemadaratan yang hadir.

3. Perbanyaklah berdzikir dan ibadah lainnya sejak muda usia apalagi apabila kita sedang mendapat sebuah permasalahan yang tidak mendapatkan jalan keluar, sebab dengan berdzikir akan mendatangkan ketenangan bagi jiwa kita
Sumber
senseiipa.wordpress.com/.../tafsir-surat-al-kahfi-ayat-10
http//julianasafitri.blogspot.com

Kurikulum Pendidikan Islam


Ayat 12
1.      وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْلِله وَمَنْ يَشْكُرْفَإنَّمَايَشْكُرُلِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ(12)

Maksudnya:
Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepada Luqman, hikmat kebijaksanaan, (serta Kami perintahkan kepadanya): Bersyukurlah kepada Allah (akan segala nikmatNya kepadamu)". Dan sesiapa yang bersyukur maka faedahnya itu hanyalah terpulang kepada dirinya sendiri, dan sesiapa yang tidak bersyukur (maka tidaklah menjadi hal kepada Allah), kerana sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji [12].

Ayat 13
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَيَعِظُهُ يَابُنَيَّ لاَتُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ(13)
Maksudnya:
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, semasa ia memberi nasihat kepadanya:" Wahai anak kesayanganku, janganlah engkau mempersekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain), sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman yang besar"[13].

Ayat 14
وَوَصَّيْنَاالإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَي وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْلِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ المَصِيْرُ(14

Maksdunya;
Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya), dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan) [14].


Ayat 15

وَإِنْ جَا هَدَكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَالَيسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبهُممَافِي الدُّنيَامَعرُوفًاوَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَن أَنَبَ إِلَيَّ مَرْجِعُكُم فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُم تَعْمَلُونَ(15

Dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan denganKu sesuatu yang engkau - dengan fikiran sihatmu - tidak mengetahui sungguh adanya maka janganlah engkau taat kepada mereka; dan bergaulah dengan mereka di dunia dengan cara yang baik. Dan turutlah jalan orang-orang yang rujuk kembali kepadaKu (dengan tauhid dan amal-amal yang soleh). Kemudian kepada Akulah tempat kembali kamu semuanya, maka Aku akan menerangkan kepada kamu segala yang kamu telah kerjakan [15].
 
Ayat 16 – 17

 يَابُنَيَّ إِنَّهَاإِنْ تَكُ مِثقَالَ حَبَّةٍ مِن خَردَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَو فِي السَّمَوَاتِ أَو فِيَ الأَرْضِ يَأْتِ
 بِهَااللهُ إِنَّ اللهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ(
Maksudnya:

Luqman menasihati anaknya dengan berkata): "Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya jika ada sesuatu perkara (yang baik atau yang buruk) sekalipun seberat bijih sawi, serta ia tersembunyi di dalam batu besar atau di langit atau pun di bumi, sudah tetap akan dibawa oleh Allah (untuk dihakimi dan dibalasNya); kerana sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuanNya; lagi Amat Meliputi akan segala yang tersembunyi.[16]
Ayat 17
يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاَةَ وَأمُر بِالمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ المُنكَرِ وَاصبِر عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِن عَزمِ الأُمُورِ(17
Maksudnya:

"Wahai anak kesayanganku, dirikanlah sembahyang, dan suruhlah berbuat kebaikan, serta laranglah daripada melakukan perbuatan yang mungkar, dan bersabarlah atas segala bala bencana yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dari perkara-perkara yang dikehendaki diambil berat melakukannya. [17]

Ayat 18 – 19

وَلاَتُصَعِّر خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَتَمشِ فِي الأَرضِ مَرَحًا إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ كُلَّ مُختَالٍ فَخُورٍ(18)وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوتِكَ إِنَّ أَنكَرَالأَصْوَاتِ لَصَوتُ الحَمِيرِ19(

Maksudnya;

"Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri[18].

"Dan sederhanakanlah langkahmu semasa berjalan, juga rendahkanlah suaramu (semasa berkata-kata), sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keldai" [19].




Sumber:

©       Al- Rasyidin, Nizar Samsul, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Press, 2005,h.61-62
©       http://adamayu.blogspot.com/2011/02/nasihat-luqman-al-hakim-surah-luqman.html

Pendidikan Karakter Tafsir ibnu katsir

 وَقَضَىرَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّـاهُ وَبِالْوَلِدَيْنِ إِحْسَـناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا (23)
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا (24)
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-sekali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (23)
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah. ‘Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.’ (24)

A.   Tafsir Surah Al-Isra ayat 23-24 (Tafsir Ibnu Katsir)
Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya untuk menyembah Dia semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Kata qada dalam ayat ini mengandung makna perintah. Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, “waqada” bahwa makna yang dimaksud ialah memerintahkan. Hal yang sama dikatakan oleh Ubay Ibnu Ka’b, Ibnu Mas’ud, dan Dahhak Ibnu Muzahhim; mereka mengartikannya “Dan Tuhanmu memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia.”
Selanjutnya disebutkan perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua. Untuk itu Allah SWT berfirman :
 وَبِالْوَلِدَيْنِ إِحْسَـناً
Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu
Yakni Allah memerintahkan kepadamu untuk berbuat baik kepada ibu bapakmu.makna ayat ini sesuai dengan firman Allah yang disebutkan dalam ayat lain:
اَن اشْكُرْلى وَلوَالدَيكَ. الَى المَصير
Bersyukurlah kepada Ku dan kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman:14).
Ada pun firman Allah :
إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ
jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan “ah” kepada keduanya
 Artinya janganlah kamu mengeluarkan kata-kata yang buruk kepada keduanya,sehingga kata “ah” pun yang merupakan kata-kata buruk yang paling ringan tidak diperbolehkan.
وَلاَ تَنْهَرْهُمَا
Dan janganlah kamu membentak mereka
Yakni janganlah kamu bersikap buruk kepada mereka, seperti yang dikatakan oleh Ata Ibnu Rabah sehubungan dengan makna firman-Nya:
وَلاَ تَنْهَرْهُمَا
Dan janganlah kamu membentak mereka
Maksudnya, janganlah kamu menolakkan kedua tanganmu terhadap keduanya.
Setelah melarang mengeluarkan perkataan dan melakukan perbuatan buruk terhadap kedua orang tua, Allah memerintahkan untuk berbuat baik dan bertutur sapa baik terhadap kedua orang tua. Untuk itu Allah berfirman:
وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا
Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia
Yaitu bertutur sapa baik dan lemah lembutlah terhadap keduanya, serta berlaku sopan santunlah kepada keduanya dengan rasa penuh hormat dan memuliakannya.
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan
Yakni berendah dirilah kamu dalam menghadapi keduanya.
Maksudnya berendah dirilah kepada keduanya ketika mereka telah berusia lanjut, dan berdoalah untuk mereka dengan doa ini bilamana keduanya telah meninggal dunia. Ibnu Abbas mengatakan bahwa kemudian Allah menurunkan firmannya:
ما كان للنبى والذىن امنوا ان يستغفروا للمشركىن......
Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah ) bagi orang-orang yang musyrik…..(At-Taubah :113)
Kewajiban Anak Setelah Sepeninggal Orang Tua
1.     Mendoakan orang tua
2.    Memohonkan ampun kedua orang tua
3.    Melaksanakan wasiat orang tua
4.    Menghormati dan bersilaturahmi teman-teman kedua orang tua
Dalam hadis nabi menyebutkan:
نعم خصال اربع: الصلاة علىهما, والاستغفار لهما, وانفاذ عهدهما, واكرم صدىقهما, وصلة الرحىمالتى لا رحم لك الا من قبلهما, فهو الذى بقي علىك من برهما بعد موتهما
‘Ya masih ada empat perkara: yaitu memohonkan rahmat bagi keduanya, memohonkan ampunan bagi keduanya, melaksanakan wasiat keduanya, dan menghormati teman-teman keduanya serta bersilaturahmi kepada orang yang tiada hubungannya denganmu kecuali melalui orang tuamu. Hal itulah yang masih tersisa bagimu sebagai jalan baktimu kepada kedua orang tuamu setelah mereka meninggal.’[1]



[1] Ibnu Kasir Ad-Dimasyqi, Tafsir Ibnu Kasir. h.173-183